Tips-Menghitung-CC-Mesin-Dengan-Mudah-dan-Simple

Berita Terbaru – Saat membeli sepeda motor tentunya harus memilih kendaraan dengan cc yang sesuai dengan kebutuhan. Kalau mau irit cari motor cc kecil. Sedangkan untuk performa mantap, cari yang cc besar. Menariknya, dalam dunia modifikasi, motor cc kecil bisa disulap menjadi cc besar. Ini dilakukan karena berbagai alasan. Mulai dari rasa tertekan, hingga tidak mampu membeli motor dengan cc yang lebih besar. Bisa jadi, Anda ingin membuat kuda besi itu berbeda dari yang lain.

Apapun alasannya, meningkatkan kapasitas mesin sebuah motor tidak boleh dilakukan sembarangan. Setidaknya harus ada teknisi ahli untuk mewujudkannya. Cara mengendarai cc bisa dilakukan dengan dua cara yaitu bore up dan stroke up. Jadi jika sudah terlaksana, berapa cc motor anda? Jika ada yang bertanya, jangan bingung. Ada rumusnya. Untuk menjelaskan secara detail, kami telah menulis artikel tentang cara mudah menghitung sepeda motor cc.

1. Bagaimana menghitung cc mesin

Sebelum mengetahui cara menghitung cc sebuah motor ada baiknya mengetahui kapasitas mesinnya terlebih dahulu. Apa itu? Kapasitas mesin adalah kemampuan mesin untuk menampung bahan bakar pada suatu waktu. Jika bahan bakar yang dikandungnya besar maka energi yang dihasilkan dari kendaraan harus lebih besar lagi. Jadi jangan pernah bandingkan performa motor berkapasitas 150 cc hingga 300 cc. Tentu hilang 150 cc.

Supaya Anda tidak bingung soal kapasitas mesinnya, kami hadirkan contoh All New Nmax 2020. Skutik Yamaha Maxi ini memiliki kapasitas mesin sebesar 155 cc. Ini adalah klaim dari produsen garpu tala. Pertanyaannya, benarkah kendaraan ini memiliki kapasitas mesin seperti itu? Mungkin Yamaha hanya membuat klaim. Agar tidak salah tebak, ada baiknya kita menghitungnya sendiri-sendiri. Anda melakukan ini dengan menggunakan rumus.

Sebelum masuk ke rumusnya, perlu anda ketahui bahwa bentuk silinder dari mesin tersebut adalah sebuah tabung. Oleh karena itu cara menghitung kapasitas mesin dapat dilakukan dengan menggunakan rumus volume tabung, seperti di bawah ini:

Rumus menghitung CC motor

Rumus = 0,785 X Diameter X Diameter X Langkah

  • П = rumus mutlak untuk lingkaran “3.14”
  • D = Diameter silinder atau piston
  • L = Panjang langkah atau langkah piston

Atau bisa juga menggunakan rumus 0.785 x Bore x Bore x Stroke. Rumusnya juga sama dengan rumus di atas. Dimana O, 785 sendiri merupakan hasil dari 3.14: 4 dari rumus diatas. Untuk menghitung cc sebuah motor bisa dicoba contoh Yamaha Mio J yang memiliki diameter piston standar 58 mm dengan stroke 58,7 mm. Anda bisa melakukan bore up dengan menggunakan piston berdiameter 58 mm. Seperti apa jawabannya yang kita lihat di bawah ini.

  • 0,785 X 58 mm X 58 mm X 58,7 mm = 152898,8 mm
  • Anda dapat membagi hasil di atas untuk 1.000. Jadi 152898,8 mm: 1.000 = 152,8 cc.

Mesin Hitung CC Lebih Dari 1 Silinder

Bagaimana dengan dua silinder? Apakah perhitungan cc sepeda motor dua silinder sama? Jawabannya sama, tetapi Anda perlu menambahkan satu komponen lagi. Jika ada dua silinder, hasilnya harus dikalikan dua. Kemudian jika tiga silinder, maka kalikan dengan tiga. Begitu juga jika menggunakan mesin empat silinder.

Ini karena setiap silinder mesin memiliki ukuran yang sama. Jadi cara menghitungnya tinggal kalikan saja. Ambil contoh biar tidak bingung coba hitung kapasitas mesin yamaha r25. Konfigurasi mesin R25 menggunakan mesin dua silinder. Berdasarkan situs resmi Yamaha, ukuran piston motor ini adalah: bore 60.0 x stroke 44.1 mm. Selanjutnya masukkan rumus volume silinder π x r x r x t. Dengan kata lain, 3,14 x 30 x 30 x 44,1 x (2) = 249253 atau 249 cc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *